Launching “RATU NGEBOR” – Gerakan Satu Rumah Satu Biopori –

Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, resmi meluncurkan Gerakan RATU NGEBOR (Satu Rumah Satu Biopori) tingkat Kecamatan Sidorejo di Taman Manunggal Jati, Kelurahan Kauman Kidul, Jumat (11/9/2026).

Gerakan ini menjadi langkah nyata berbasis keluarga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperbanyak titik resapan air di kawasan perkotaan.

Retno menegaskan, RATU NGEBOR harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia mendorong gerakan tersebut dilaksanakan secara masif di seluruh kelurahan hingga tingkat RT.

“Saya menekankan agar Gerakan RATU NGEBOR ini tidak berhenti di tingkat kecamatan atau sekadar menjadi acara seremonial belaka. Saya berharap agar gerakan ini benar-benar ditindaklanjuti dan dilanjutkan secara masif di seluruh kelurahan hingga menyentuh tingkat RT di Kecamatan Sidorejo,” ujar Retno.

Ia juga mengajak kader PKK, pengurus RW dan RT untuk aktif mengedukasi serta menggerakkan setiap keluarga.

“Mari kita edukasi, ajak, dan gerakkan setiap kepala keluarga di masing-masing RT. Bayangkan, jika di setiap RT seluruh rumah memiliki minimal satu lubang biopori, maka ribuan titik resapan air akan tercipta dan Sidorejo akan menjadi teladan lingkungan yang tangguh dan asri,” tambahnya.

Peluncuran RATU NGEBOR didukung TP PKK Kecamatan Sidorejo, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta CSR PDAM Kota Salatiga.

Camat Sidorejo, Sulistiyono, S.IP., MM., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kauman Kidul sebelumnya juga telah melakukan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, khususnya di RT 07.

“Kami telah melaksanakan pengolahan atau pembuatan maggot untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang ada di wilayah Kauman Kidul, utamanya di RT 07. Tentu kami menyambut dengan gembira kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Sulistiyono. Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, resmi meluncurkan Gerakan RATU NGEBOR (Satu Rumah Satu Biopori) tingkat Kecamatan Sidorejo di Taman Manunggal Jati, Kelurahan Kauman Kidul, Jumat (11/9/2026).

Gerakan ini menjadi langkah nyata berbasis keluarga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperbanyak titik resapan air di kawasan perkotaan.

Retno menegaskan, RATU NGEBOR harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia mendorong gerakan tersebut dilaksanakan secara masif di seluruh kelurahan hingga tingkat RT.

“Saya menekankan agar Gerakan RATU NGEBOR ini tidak berhenti di tingkat kecamatan atau sekadar menjadi acara seremonial belaka. Saya berharap agar gerakan ini benar-benar ditindaklanjuti dan dilanjutkan secara masif di seluruh kelurahan hingga menyentuh tingkat RT di Kecamatan Sidorejo,” ujar Retno.

Ia juga mengajak kader PKK, pengurus RW dan RT untuk aktif mengedukasi serta menggerakkan setiap keluarga.

“Mari kita edukasi, ajak, dan gerakkan setiap kepala keluarga di masing-masing RT. Bayangkan, jika di setiap RT seluruh rumah memiliki minimal satu lubang biopori, maka ribuan titik resapan air akan tercipta dan Sidorejo akan menjadi teladan lingkungan yang tangguh dan asri,” tambahnya.

Peluncuran RATU NGEBOR didukung TP PKK Kecamatan Sidorejo, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta CSR PDAM Kota Salatiga.

Camat Sidorejo, Sulistiyono, S.IP., MM., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kauman Kidul sebelumnya juga telah melakukan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, khususnya di RT 07.

“Kami telah melaksanakan pengolahan atau pembuatan maggot untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang ada di wilayah Kauman Kidul, utamanya di RT 07. Tentu kami menyambut dengan gembira kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Sulistiyono. Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, resmi meluncurkan Gerakan RATU NGEBOR (Satu Rumah Satu Biopori) tingkat Kecamatan Sidorejo di Taman Manunggal Jati, Kelurahan Kauman Kidul, Jumat (11/9/2026).

Gerakan ini menjadi langkah nyata berbasis keluarga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperbanyak titik resapan air di kawasan perkotaan.

Retno menegaskan, RATU NGEBOR harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia mendorong gerakan tersebut dilaksanakan secara masif di seluruh kelurahan hingga tingkat RT.

“Saya menekankan agar Gerakan RATU NGEBOR ini tidak berhenti di tingkat kecamatan atau sekadar menjadi acara seremonial belaka. Saya berharap agar gerakan ini benar-benar ditindaklanjuti dan dilanjutkan secara masif di seluruh kelurahan hingga menyentuh tingkat RT di Kecamatan Sidorejo,” ujar Retno.

Ia juga mengajak kader PKK, pengurus RW dan RT untuk aktif mengedukasi serta menggerakkan setiap keluarga.

“Mari kita edukasi, ajak, dan gerakkan setiap kepala keluarga di masing-masing RT. Bayangkan, jika di setiap RT seluruh rumah memiliki minimal satu lubang biopori, maka ribuan titik resapan air akan tercipta dan Sidorejo akan menjadi teladan lingkungan yang tangguh dan asri,” tambahnya.

Peluncuran RATU NGEBOR didukung TP PKK Kecamatan Sidorejo, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta CSR PDAM Kota Salatiga.

Camat Sidorejo, Sulistiyono, S.IP., MM., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa Kauman Kidul sebelumnya juga telah melakukan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot, khususnya di RT 07.

“Kami telah melaksanakan pengolahan atau pembuatan maggot untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang ada di wilayah Kauman Kidul, utamanya di RT 07. Tentu kami menyambut dengan gembira kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini,” ungkap Sulistiyono. Melalui RATU NGEBOR, upaya menjaga lingkungan diharapkan semakin kuat dimulai dari rumah dan bergerak bersama hingga tingkat RT, untuk mewujudkan Sidorejo yang tangguh, hijau, dan asri.

Posted in PKK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *